Mengapa Blog Ini Dibuat?

By Andre Demofa - Mei 10, 2018



Akhir-akhir ini saya terobsesi menjadi blogger. Di saat orang lain sibuk ngebuat vlog di Youtube dengan mobil sport pinjaman dan judul click-bait yang bisa membuat bulu kuduk merinding, saya baru memulai sebuah blog di platform gratisan pula. 

Tidak ada yang salah memang. Meski pun orang bilang jadul, meskipun teman-teman saya bakal bilang, “Ndre, ini udah tahun berapa? Tikus tanah aja udah gak tinggal di tanah lagi.”  Ya, bukan masalah. Menjadi blogger adalah kepuasan pribadi. Saya memilih berkarya dari sini.

Dan karena ini blog pribadi, maka rasa tulisannya juga pribadi, konten-konten di dalamnya dibuat dengan tujuan pribadi, dan dengan pertanggung jawaban pribadi pula. Jadi kalau ada yang tersinggung dengan tulisan di blog ini, lapor ke saya. Jangan lapor ke mantan saya. Dia gak tahu apa-apa.  

Yang pasti konten di sini ramah buat anak-anak. Terlebih bagi kalian yang masih memalsukan umurnya biar bisa punya akun Facebook, jangan khawatir. Kalian tidak akan jadi psikopat dengan membaca tulisan di blog ini.
    
Buat kalian yang agak berumur, kalau mau baca tulisan saya yang lebih 'berat', follow Facebook dan IG saya. Bakal di share di sana kok link tulisannya setiap terbit. Blog ini buat seru-seruan aja kok.  

Back to topic.

Seorang blogger pasti punya pasarnya sendiri. Selama masih ada manusia dan koneksi internet, maka seorang blogger harusnya bisa bernafas di ekosistem tersebut. Ibarat ikan, selama ada air dia tetap bisa meremajakan insangnya.   

Tujuan yang lebih serius adalah mengumpulkan portofolio. Karena penting untuk persaingan ke depannya. Secara, saya kurang cocok dengan jenis perkerjaan zaman sekarang yang terlalu kaku, jenjang karir yang ketat, dan sistem penggajian bulanan yang monoton apalagi pakai test psikotes dan ditanya HRD ‘ada orang dalam gak?’. Ah, ampas!

Tapi, sebelum ada kewajiban untuk cari kerja, saya berusaha sedini mungkin membuat portofolio agar beberapa tahun ke depan sudah bisa melihat hasilnya. Punya uang dari blog juga bukan hal sulit dan mustahil. Semua perlu waktu. Dan setelah belajar dari kesalahan, waktu terbaik untuk memulai adalah saat ini juga.

Bayangkan, bekerja dan dibayar di bidang yang kita sukai, tidak terikat kontrak setengah umurmu, bisa berkolaborasi dengan banyak praktisi, berpartner dengan brand-brand terkenal,  berinovasi dan memuaskan setiap potensi kreatif yang ada setiap harinya, sungguh impian yang harus dibayar dari sekarang.

Di samping itu, membuat blog juga bagian dari keresahan dimana banyak anak muda zaman sekarang suka menyia-nyiakan waktunya. Dan untuk urusan tegur menegur, tidak berlaku lagi cara klasik seperti yang dilakukan orang tua kita zaman dulu.

Saat ini cara terbaik mengatakan sesuatu adalah dengan membuktikan diri sendiri lebih dulu.

Sulit rasanya ngomong, “Oi, jangan malas belajar, nanti jadi pengangguran!" Terus dia bakal jawab,  “Eh, loe juga pengangguran. Gak usah sok rajin. Ngaca dulu!"

Saya mau membuktikan bahwa menulis -ya, meskipun yang ditulis bukan topik yang berguna juga- ada sesuatu yang bisa saya kerjakan. Minimal untuk membuktikan bahwa Andre Demofa bisa berkarya dan punya NIAT. Sehingga bisa meredam suara-suara sumbang itu. 

Di samping itu saya merasa ganjil melihat orientasi psikologis generasi kita yang begitu mudah termakan berita hoax. Contohnya berita registrasi SIM Card beberapa tempo lalu yang menggegerkan pengguna WA. Yang seharusnya berakhir 28 Februari 2018, diplesetkan 31 Oktober 2017. 

Malangnya, ada yang percaya. Sialnya, teman dekat saya yang percaya. Dan sialnya lagi, dia gak rugi apa-apa. Justru, dia beruntung karena lebih cepat meregistrasi kartunya. Inilah untuk pertama kali berita hoax jadi berkah buat pemerintah.

Oke, itu contoh yang salah. Barangkali kita sudah tahu lebih banyak hoax di luar sana yang merugikan daripada menguntungkan.

Saya ingin jadi seorang influencer. Seorang yang memberi pandangan akan suatu isu, dan dapat memperkaya perspektif teman-teman dalam menyikapi suatu isu sehingga tidak mudah lagi tertipu ataupun terlena pada kabar-kabar miring yang menyesatkan.

Saya juga ingin memuaskan setiap hasrat berkarya yang lama terpendam. Karena kemahiran menulis tidak datang dengan sendirinya dan tidak melekat selamanya. Kemahiran itu bisa menghilang jika tidak dibiasakan, dan semakin kita sering menulis, semakin banyak  teknik yang akan kita tahu, dan wawasan akan bertambah seiring proses itu. Lagipula saya sudah menunda ini kurang lebih tiga tahun. 
   
Nah, awalnya saya bingung harus memulai darimana karena ini rasanya agak telat. Apa yang ditulis? Kontennya seperti apa? Bagaimana membangun images blog ini? Apa saya harus punya kata pembuka ala Mario Teguh, “Sahabat saya yang super” atau kata penutup, “Stay Clasic” ala Agung Hapsah? Saya bingung.  

Kenyataannya saya punya banyak idola. Ini pasti jadi masalah pemula pada umumnya.

Menemukan jati diri.  

Setelah perenungan panjang dengan berjongkok di teras rumah, saya sadar terlalu banyak berpikir blog ini akan tetap kosong melompong, ditinggal pergi penghuninya.

Terlalu kritis, justru bisa jadi bahaya. Yang ada malah jalan di tempat. Belajar dari pengalaman, ide harus segera dieksekusi, bukan dielus-elus apalagi dipajang jadi status Facebook biar terkesan keren.

Dan akhirnya dengan segenap ridho hati ini, saya memutuskan blog ini akan jadi blog eksperimental. 

Yang penting dimulai.

Sebelumnya memang blog ini sempat memposting beberapa artikel, namun sudah lebih lima bulan tidak diupdate dengan banyak alasan. Salah satunya kesibukan kuliah. Ini sih, alasan klasik.

Tapi bukan lagi alasan sekarang, karena saya sebenarnya punya waktu yang cukup untuk mengerjakan keduanya. 

Disiplin. Semoga tidak ada lagi sarang laba-laba di blog ini. Huff.

Saya akan mengisi blog ini dengan berbagai konten yang menempel di pikiran saya. Apa saja. Mulai dari opini, celetukan ringan, puisi, cerita pendek, cerita bersambung, catatan harian sampai mengulas lagu yang saya ciptakan sendiri. Bahkan jika Vicky Prasetyo yang terlintas di pikiran saya, saya akan menuliskan tentangnya.  

Blog ini berjudul: “Catatan Demi Hari Esok”. Saya yakin setiap tulisan yang dipublish adalah investasi di masa mendatang.  Karena tidak ada portofolio yang didapat instan hanya dalam waktu semalam.

Segalanya perlu proses.  

Well, kalian bisa baca alasan blog itu dinamakan demikian beberapa hari lagi. Itu artikel pertama yang sebenarnya saya tulis untuk blog ini dan mungkin yang terpanjang juga. Tapi karena kesalahan peletakan font, jadinya saya harus edit total lagi. So, tungguin aja.  

Oke. Kembali ke judul 'Mengapa blog ini dibuat?' 

Semua orang normal pasti punya mimpi jadi orang kaya, terkenal, apalagi sampai keliling dunia bersama May Weather Jr. Dan itu semua bisa terwujud dengan menjadi blogger. Lalu apa itu yang menggerakkan saya menulis lagi?  

Bukan. Bukan itu.   

Kadang, alasan itu justru diciptakan orang-orang yang malas berkarya. 

Bahkan, orang yang menderita sakit keras mau giat menulis bukan karena mengharap kesembuhan dengan cara itu, melainkan dengan menulis dia bisa mengisi hari-hari akhirnya.

Dan sebagai anak muda yang masih segar bugar, sudah seharusnya saya lebih baik dari itu.

Saya berkarya karena memang itulah yang seharusnya saya lakukan hari ini.

Saya minta maaf buat Bro Johan Firmansyah, sahabat saya S. Siregar, juga teman-teman yang pernah mendengar soal blog ini namun tidak kunjung melihat rupanya. Sekarang kalian bisa melihatnya. Yeah!

Karena jujur, untuk merumuskan (eh, bahasanya) konten-konten dalam blog ini, saya perlu riset lebih dari setahun.

Selama itu? Ya, memang.

Sudah puluhan bahkan ratusan kali saya bereksperimen lewat tulisan, menghabiskan banyak kertas untuk draft, banyak resource komputer yang terporsir menyimpan refrensi artikel, puluhan giga kuota untuk observasi, dan waktu yang begitu banyak tersita untuk menemukan jati diri ini dalam sebuah tulisan untuk blog ini, itupun belum sepenuhnya berhasil.

Akhirnya, saya beranikan diri. Inilah saya.

Saya akan belajar bersama kalian. Bereksperimen bersama kalian. Karena tidak ada tulisan yang benar-benar sempurna. Sampai kapanpun, seseorang hanya harus terus belajar.

Oke, masuk ke penutup.   

Blog ini diusahakan update satu konten setiap hari. Kalau tidak banyak deadline kerjaan lain bisa diupdate lebih dari itu. Karena saya juga disibukkan menulis buku pertama yang bakal saya informasikan lagi di tulisan selanjutnya.

Dan jika ada tulisan yang kurang berkenan ke depannya, mohon langsung dikritik di kolom komentar dengan cara yang sopan. Kalau kritikannya tepat, bakal langsung saya moderasi.  

Pada akhirnya, selamat datang di blog AndreDemofa.com !

Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita.  


  • Share:

You Might Also Like

1 Comments