Welcome 2019

By Andre Demofa - Februari 20, 2019


Merenungkan hidup.

Ok. Maaf aku baru bisa ngepost sekarang. Hehe. 

Banyak yang terjadi sepanjang 2018 kemarin. Yang aku ingat, di 2018 lah aku berani memulai blog ini, berani memulai mempromosikan lagu ciptaanku sendiri, dan berani berkompetisi dan banyak hal-hal baru yang telah aku coba untuk dikerjakan.

Aku juga mencapai beberapa prestasi di tahun ini. Yang aku sudah rangkum dalam sebuah video di Youtube channelku yang dapat kalian tonton di sini.

Video itu bersifat private sehingga tidak untuk umum. Kalian hanya bisa menontonnya jika mengakses link tersebut.

Nah, kembali ke topik.

Sebagian dari kalian yang mengikuti Facebook ku juga pasti tau betapa aku berusaha untuk memperkenalkan diriku sebagai seorang content creator yang bermanfaat, ya meskipun terkadang ekspetasiku terlalu tinggi, di satu sisi aku mikir bahwa untuk menjadi seorang creator content itu hanya bermodalkan karya -ternyata tidak- melainkan harus memiliki kekuatan modal dan konsistensi, tapi aku bersyukur mengetahuinya dari pengalamanku sendiri.

Sebelumnya aku berterimakasih kepada orang-orang yang mendukungku, mengapresiasiku, percaya padaku dan percaya pada karya-karyaku di 2018. Aku akhirnya bisa merasakan adrenalin yang luar biasa, bagaimana rasanya karya kita dikritik, di-bully, ataupun dicuekin. Pun sebaliknya, bagaimana rasanya karya kita dibilang bagus, dan ada orang yang menanti-nantikan tulisan atau lagu yang kita buat. Dan akhirnya menjadi teman-teman yang baru sampai hari ini.

Terima kasih sekali lagi.

Aku sangat senang bisa mengawali 2019 ini dengan senyum di wajah.

Setidaknya dari pengalaman ku di 2018 aku belajar bahwa untuk menjadi seorang content creator yang besar, bakat saja tidak cukup. Ternyata kita perlu yang namanya modal untuk menunjukkan diri atau dalam bahasa sederhana: Budget promosi.

Budget promosi sebelumnya tidak pernah terbesit sedikitpun di benakku.

Ku kira karya yang bagus akan naik dan populer dengan sendirinya.

Dan ternyata aku salah.

Memang segala-galanya memerlukan promosi.

Aku tau, aku tau. Aku bukan orang kaya, keluargaku juga tidak punya banyak uang, aku nekat mencemplungkan diri ke dalam impian besarku menjadi seorang content creator besar karena aku percaya prinsip itu sebelumnya. Bahwa nilai suatu karya akan lebih baik dari nilai promosi karya itu sendiri.

Namun keduanya ternyata berdampingan dan aku timpang akan yang satunya.

Evaluasi ku sepanjang 2018 kemarin adalah aku harus menerima kenyataan bahwa karyaku betapapun bagusnya tidak bisa populer dalam waktu singkat dengan cara yang sekarang

Aku harus memisahkan diriku sementara dari images seorang musisi atau pencipta lagu. Karena modal untuk ke arah sana sangat mahal. Untuk menciptakan satu lagu itu perlu budget jutaan. Dan untuk bisa tekun berkarya di Youtube dengan musik secara berkesinambungan perlu belasan sampai puluhan juta. Dan itu tidak murah.

Belum lagi biaya promosinya yang tidak kalah besar.

Maka, sepanjang 2019 ini aku akan mencoba meriset apa yang akan menjadi brand images-ku ke depannya.

Aku bakal mulai jarang ngepost di Youtube atau blog. Yang ada hanyalah eksperimen-eksperimen.

Aku lebih akan memfokuskan diri pada kuliah, lebih fokus akan event-event yang ada daripada terbengong pada kebuntuan ini. Karena di samping aku mengasah kemampuanku lewat lomba, aku juga mencoba peruntunganku dalam mencari rupiah. Hehe.

Dan mengenai blog pribadi ini, ya aku bakal tetap post. Aku usahakan. Karena sampai sekarang pun aku belum menemukan brand images yang tepat untuk blog ini, jadi apalah yang mau aku post.

Tapi aku janji akan melakukan yang terbaik. Aku janji blog ini akan menjadi besar suatu hari nanti. 

Dan aku mohon doa dari kalian.

Hmm, mengenai novel musikal.

Kemarin aku sudah kirim karya ke Falcon Publishing. Dan sepertinya mereka menolak karyaku hehe. Karena termin pemberitahuannya ini sudah lewat 3 bulan.

Ya, gapapa. Aku baik-baik saja.

Jadi, aku bakal beralih fokus mengasah pengalaman, mencari event, dan mencoba menemukan panggilan jiwaku sepanjang satu tahun ke depan lewat karya-karya baru yang tidak melulu soal lagu dan musik.

Karena aku tak mau membuang waktuku untuk merenungi ketidakberdayaan ku sekarang.

Novel musikal adalah salah satu impianku. Dan aku yakin itu tidak gagal. Itu hanya tertunda sampai aku menemukan momentum yang terbaik.  

Jadi, selamat datang 2019. Aku sangat senang masih diberi kesempatan seperti sekarang 2019 adalah tahun eksperimen. 

Jadi, semoga aku bisa menemukan diriku di tahun ini dan akhirnya bisa melejit di 2020.

Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Salam hangat dariku yang tidak setampan Leonardo DiCaprio ini.   

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments