Review Pengalaman Tentang Plaza Millenium (Belanja Lebih Mudah, Terjamin dan Bergaransi)

By Andre Demofa - Maret 28, 2019


Halo, lama saya gak posting di blog ini.


Tapi sekalinya ngepost kok malah Ad Review? Haha. Enggak kok. Baca saja sampai selesai. Kali ini aku mau ngebahas aja perspektif netral dan pengalamanku dengan Plaza ini. Tentang Plaza yang lagi naik-naik daunnya di Kota Medan setelah membuka bioskop. Hehe. Tempat yang sering aku tongkrongin juga kalau lagi gabut. Dan tempat yang sejak dulu sudah populer menjual gadget.
 


Yap, apalagi kalau bukan Plaza Millenium atau sering disingkat anak-anak muda kenkinian dengan PM.

PM ini adalah plaza penjualan gadget terlengkap di Sumatera Utara bahkan bisa dikatakan yang terbesar di pulau Sumatera. Tanya saja pada orang-orang Medan kalau mau beli handphone,  maka plaza ini akan jadi refrensinya.   

Dan kini pun Plaza Millenium masih melekat di kalangan millennial. Plaza ini tetap kokoh menghadapi goncangan ritel online yang semakin menjamur, atau pola bisnis serupa dari beberapa toko kecil yang dibuka di pinggir jalan di berbagai kecamatan di Kota Medan. Pasti di dekat rumah kalian juga ada kan?


Dok. Pribadi

Dilihat dari luar atau dalamnya, Plaza ini tetap saja ramai dan  lihat saja ciri khasnya mencolok penuh dengan gambar-gambar promosi yang menyiratkan pesan bahwa Plaza ini masih dipercaya menjadi Plaza Nomor Satu dalam hal penjualan gadget oleh berbagai vendor. 

Betapa di Plaza ini produknya komplit dan lengkap karena telah bekerjasama dengan hampir seluruh vendor smartphone, laptop, dan jenis gadget lainnya dari lantai pertama sampai lantai empat (disebut lantai 5).

Kita bisa lihat, kalau Plaza ini benar-benar tidak mau nanggung dalam mengekspresikan dirinya seolah berkata, "Aku penguasa daratan, semua gadget ada padaku…“ Hehe.


Dok, Pribadi

Intinya, markasnya handphone, smartphone, laptop, notebook, smartwatch, dan apapun kebutuhan anda dalam bidang gadget ada di sini. Jadi tidak perlu ragu bagi kamu orang Medan yang ingin mencari produk gadget di sini. Dijamin ori dan aviable.

Hampir setiap vendor membuka setidaknya satu home service atau gerai di tempat ini. Karena Plaza Millenium tidak seperti plaza pada umumnya yang terlalu terkovergensi (meluas) pada beberapa segmentasi. 

Plaza Millenium fokus menempatkan diri sebagai penjualan gadget. Positioningnya, jika ada orang Medan yang mencari spesifikasi smartphone terkini, maka mereka akan pergi ke Plaza Millenium. Karena di sini dijamin sangat lengkap. Bukan melebih-lebihkan, loh.


Dok. Pribadi

Dari lantai satu s.d tiga, kita bisa menemukan gadget apapun yang kita cari, bahkan kita akan kebingungan saat sudah di dalam. Maka berdasarkan pengalaman pribadi, jika membeli gadget di sini, cobalah untuk mempersiapkan diri dulu dari rumah supaya tidak kelabakan. Takutnya anda bingung karena saking banyaknya pilihan dan akan kehabisan uang. Hehe.

Ini beneran. Sudah berkali-kali saya alami sendiri atau ketika menemani keluarga belanja. 

Jadi tipsnya kalau mau berbelanja di sini, coba review dulu dari rumah apa yang sebenarnya mau dibeli. Catat mereknya dan yakinlah di Plaza Millenium itu semua ada. 

Misalkan Anda masih bingung dan terpaku pada dua atau tiga produk berbeda dan masih sulit memutuskan akan beli yang mana setelah melihat review-review di internet yang wow, maka anda bisa catat saja produknya, pergi ke merchant yang menurut Anda pas di hati, lalu bertukar pikiran dengan Abang atau Kakak penjaga tokonya.


Pengunjung sedang bertanya tentang produk (Dok. Pribadi)

Biasanya mereka menjawab dengan ramah dan sampai calon kustomer puas bertanya.

Meskipun "Ini Medan, Bung!'' yang dikenal dengan sifatnya yang keras, tapi itu gak berlaku di Plaza Millenium. Anda bisa tanya ke penjaga tokonya, apa saja, mulai dari hal paling kecil, sampai yang ribet seperti proses garansi, menginstall aplikasi, tanya-tanya jenis androidnya atau minta supaya yang empunya toko membantu Anda membandingkan harga, maka don’t worry. Mereka bakal sabar melayani. Gak akan marah atau sampai membentak Anda meski pada akhirnya Anda tidak jadi membelinya. 

Itu tips pertama jika Anda sudah punya pilihan dari rumah. 

Lalu bagaimana jika belum punya?

Tidak masalah. Tetap datang saja ke Plaza Millenium. Baik dari pintu depan maupun dari pintu samping (di depan parkiran motor).


Pintu Samping Plaza Millenium (Dok. Pribadi)



Pintu Depan Plaza Millenium (Dok. Pribadi)

Kalau Anda lewat dari pintu depan, jangan kaget kalau Anda seperti artis. Haha. Karena mulai anda berjalan, belasan pramuniaga atau pramuniagawati sudah menanti dan akan memanggil-manggil Anda untuk mampir ke tokonya.

“Abang ganteng, kemari dong lihat-lihat…” saya sering dipanggil gitu di sini. Haha. Boleh dong muji diri sendiri di blog sendiri.

Ya,  hal yang lumrah di sini. Jadi jangan kaget entar, biasa saja.

Tipikal orang Indonesia kalau belanja kan gak puas kalau belum mutar-mutar dulu sebelum memutuskan mampir ke satu toko, jadi ya gapapa Anda kelilingi aja dulu satu Millenium itu. Coba cari toko yang pas di hati. Kalau kata orang Karo di sini, Yang Cocok Kam Rasalah.


Keliling Plaza Millenium Via Eskalator dan Tangga (Dok. Pribadi)

Nah, baru mampir ke salah satu toko dan tanya-tanya saja. Siapapun penjaga tokonya pasti menjawab dengan ramah. Lah, gimana enggak, mereka udah berdiri berjam-jam menunggu Anda. Setiap pengunjung lewat mereka akan menyodorkan brosur atau mendatangi Anda. Jadi Anda akan dianggap sebagai tamu spesial jika memutuskan mampir ke tokonya.

Tapi tenang aja kok, di Millenium tidak se-brutal itu cara promosinya. Mereka gak akan menodong Anda dengan pertanyaan-pertanyaan skak mat seperti, “Bang di sini mau nengok-nengok aja atau mau beli hape?” Haha. Enggak. Jangan takut dikatain kayak gitu. 

Mau wajah Anda lesu, jelek, atau manis berlesung pipit, mau wajah Anda meyakinkan atau tidak meyakinkan seperti saya ini, tetap bakal ditawarin kok sama penjaga tokonya untuk mampir. Tapi gak sampai buat kita sakit hati, risih, atau merasa gak nyaman.

Kalau Anda pertama kali ke sana kesan yang dibangun sih iya. Ada perasaan kayak gitu. Kita jadi minder karena dipanggil-panggil melulu. Kayak di kantong kita ini ada uang Rp. 100 juta yang mau dibelanjakan aja. Padahal cuma mau beli casing handphone. Haha. Tapi ya, maklumi aja kalau ke sini. Namanya sudah standart pekerjaan mereka untuk bertingkah seperti itu.


Toko Aksesorris Handphone (Dok. Pribadi)

Jadi gak usah ngerasa minder, atau sampai jalan nunduk, entar ketabrak tembok lagi.

Saran saya, ada baiknya juga membawa kawan kalau ke sini.

Bukan. Bukan.

Bukan supaya Anda tidak tersesat, karena navigasi Plaza ini bagus kok dan ga seluas Plaza Indonesia di belakang Bundaran HI, melainkan supaya Anda ada kawan jalan. Biar waktu ditanyain sama penjaga tokonya, kita bisa lihat tokonya, senyum sama mereka, lalu pura-pura ngajak kawan kita bicara sampai menemukan toko yang pas di hati. Biar gak canggung gitu. Hehe, ini tips juga, loh. 

Nah, tapi bicara menemukan toko yang pas itu masih jadi rahasia ilahi, loh. Terutama bagi saya. 

Kita ga tau dimana kita akan berhenti karena orang-orang yang mayoritas saudara kita Tionghoa yang membuka toko menggunakan rumus Feng Shui. Jadi, semua tempat itu kemungkinan bisa kita hampiri.

Percaya deh. Tokonya kan mirip-mirip, barang yang dijual pun mirip-mirip. Tapi entah mengapa kita bisa milih toko A, padahal toko B juga sama secara display. Haha. Itulah maksudnya tadi setiap toko punya rezekinya masing-masing.

Jika sudah nemu toko yang pas, maka pasti pramuniaganya bakal nanya. “Mau beli hape apa, Kak?”

Kalau belum punya jawaban, lihat-lihat saja dulu yang ada di toko itu. Tanya-tanya, kalau kata orang Indonesia, 'basa-basi' dulu lah. Jangan langsung to do point. 

“Apa hape paling MURAH di sini, saya mau beli...”entar kita dikira ngenes banget.

Tunjuklah hape yang paling mahal dan meyakinkan.  Lalu entar pramuniaganya bakal menjelaskan harganya dan pasti ada kalimat kayak gini, “Bisa kurang kok, Kak. Maunya kurang berapa?”

Di sinilah baru Anda mulai bernegosiasi. Anda cukup menggeleng. Ingat, tujuan kita kan (contoh aja) bukan untuk beli hape mahal tapi kita mau beli yang low budget namun kualitas mumpuni. Entar kalau Anda udah menggeleng, tuh Pramuniaga pasti ngerti. Kecuali memang Anda beneran udah kepincut sama tuh smartphone, ya langsung beli deh.

“Kakak punya budget berapa, biar aku cari…” Nah pas udah ngomong gini Pramuniaganya barulah kita boleh curhat sekelak (bahasa orang Medan). 

“Ini nih, Kak. Aku ada budget XXXX, kira-kira smarphone yang cocok apa ya? Aku dengar rekomendasi teman ku ini. Terus aku tadi sempat mampir ke toko lain, juga rekomendasi nya ini (seandainya kalian ingin membulatkan pendapat), menurut Kakak gimana?”

Nah, mulai dari sanalah Anda bisa bernegosiasi dan mendengarkan penjelasan dari Pramuniaga tokonya yang mayoritas di sini adalah perempuan.

Pramuniaganya akan menjelaskan panjang lebar.

Berdasarkan pengalaman pribadi juga, mereka di sini sabar banget ngelayanin calon konsumen. Karena saya juga punya teman yang kerja jadi pramuniaga di sini, dari ceritanya sih memang mereka itu udah dapat training (pelatihan) gitu sebelum ditempatkan di sana. Jadi sudah belajar dan menguasai lah gimana agar gak kaku, gak canggung, atau sampai bikin calon konsumennya kesal, ditambah mereka harus mencapai target dalam sebulan itu. 


Salah satu teman yang jadi pramuniaga toko (Dok. Pribadi)

Jadi, mereka harus benar-benar sabar menghadapi Anda yang eh, pada ujung-ujungnya cuma mau beli casing hape, nanya-nanya, atau numpang AC. Haha. Bercanda.

Kalau sudah menemukan produk yang tepat secara budget, entar Pramuniaganya bakal mencari smarphonenya. Jangan khawatir kalau entar Pramuniaganya ngomong gini, “Ada, Kak smartphone ini mereknya X, terus harga nya XXXX. Mau, Kak?”

Terus waktu Anda tanya, “Mana contoh barangnya, Kak?” Si Pramuniaganya bakal ngomong, “Bentar saya carikan dulu.”

Ok. Mari kita cerna kalimat, “ENTAR SAYA CARIKAN DULU.” Sebelumnya dia bakal ngasih Anda minum air mineral botol  (Umumnya sudah disediain di tiap toko) dan Anda tinggal menunggu produknya datang deh.  

Yap. Jangan heran. Karena itu menjadi salah satu keunggulannya belanja di Plaza Millenium.

Jadi, saya mau ngasih satu fakta keren nih.

Di sini, kalau Anda muter-muter dari Lantai 1 sampai 3 dan kalau Anda singgah ke satu salah toko di lantai tersebut, serta membawa uang cash dan hari itu juga niatnya beli smartphone, niscaya di toko itu juga dapatnya. Karena kalau pun barangnya gak ada di sana, entar yang empunya toko atau pramuniaganya bakal mencarikan produknya ke kawan-kawannya (toko lainnya).

Jadi rahasianya nih, kalau Anda gak mau repot muter-muter karena mungkin udah sering datang ke sini atau bosan dan jenuh dengan keramaian, ya sudah Anda tinggal singgah saja ke salah satu toko. Entar bakal mereka yang mencarikannya untuk Anda. Karena semua toko di Plaza Millenium ini terkoneksi. 

Kalau ada stok kosong di toko A dan di sana justru ada pelanggannya, maka pemilik toko A yang mencari ke toko B. Soal margin harga? Don’t worry. Biasanya memang ada permainan harga di sana. Karena kan yang toko A juga sudah mencarikannya untuk Anda. Bahkan saya pernah loh, minta merek Hape X, dan mbak-mbaknya sampai 3 kali mondar-mandir bawa 3 merek hape yang berbeda dari toko lain. Saya kan jadi gak enak, dan ujung-ujungnya ya beli juga di sana deh. 

Soal margin harga gak bakal parah-parah amatlah. Nego aja  sewajarnya. Namun wajar di sini artinya ya kalau harganya Rp. 1,2 juta jangan ditawar ke Rp. 500rb. Itu gak wajar namanya. 

Berdasarkan pengalaman juga, mereka bakal berusaha supaya nih calon customer gak lari tapi dengan cara yang santun. Pandai-pandai merekalah bagaimana membuat Anda betah. Penasaran gimana? Makanya belanja kemari.

Jadi intinya, kalau Anda sudah duduk di satu toko, 70% Anda pasti deal di toko itu. Percayalah kalau memang niat Anda itu beli hape. Karena hampir gak ada alasan logis meninggalkan toko itu dan mencari ke toko lain. 

Kalau soal harga? Entar juga ada permainan psikologis dari pemilik tokonya. “Cek aja toko sebelah, Pak. Harganya juga segitu,” dan berdasarkan pengalaman juga, yang empunya toko bahkan manggil langsung kawannya di toko lain dan meyakinkan opini tersebut.”Iya, memang segitu harganya, Kak. Kemana-mana juga segitu.”

Itu sih biasanya kalau masih dalam area lantai yang sama.

Kalau ingat-ingat film “Cek Toko Sebelah” karya Ernest Prakarsa, kita jadi tau kalau gak ada istilah kayak gitu di Plaza Millenium.  Gak ada persaingan seperti terlihat di TV-TV.

Justru di sini, para pemilik tokonya bekerjasama biar dagangannya laku. Setidak-tidaknya dagangan kawannya bisa laku biar mereka dapat komisi.

Bayangin aja, apa pelanggan bisa nyaman kalau direbut atau ditarik-tarik sama dua atau lebih toko yang berbeda?

(Ilustrasi)

“Mas, beli di sini aja, harganya sekian…”

“Jangan, Mas. Di sini aja. Di sana cuma dikasih air putih. Kita kasih sirup.”

Terus pelanggannya celinguk lagi ke kiri.

“Ah, di sana mahal-mahal, Mas. Gak rekomendasi pokoknya. Entar kalau Mas nya beli di sini, kita isi lagu dan game gratis deh. ”

“Ah!” kata pramuniaga yang satunya.  Terus pelanggannya ditarik lagi. “Kalau cuma gamenya, itu kecil sama kita. Jangankan game, kita kasih voucher pulsa gratis untuk Mas.”

Terus gitu sampai matahari berkokok. Eh, ayam berkokok.

Jadi teringat film Warkop DKI: Pintar-pintar Bodoh, waktu grup detektifnya Indro dan Kasino hadap-hadapan kantor terus mereka saling rebutan customer. Bahkan yang bukan customer melainkan orang yang cuma numpang lewat ke WC pun jadi sasaran mereka. Haha. Ada-ada aja.

Ok. itu sekilas saja. 

Jadi, di Plaza Millenium gak ada yang begituan kok. Pelanggaan dibuat nyaman belanja. Dan kita bisa lihat senyum dari wajah mereka yang tulus dan ikhlas menawari Anda produknya. Kalau Anda tidak jadi beli ya gapapa. Woles. 

Itu mungkin terjadi kalau memang harganya sudah Anda nego tidak masuk akal, atau Andanya sendiri yang memang niat nge-Prank. Haha. Barulah keterlaluan.

Kepuasan pelanggan nomor satu di Plaza Millenium. Karena teman saya yang pramuniaga toko juga bilang kalau mereka itu dilatih sama manajemen Plaza Milleniumnya langsung sehingga ada kesepahaman lah gimana ngebangun komunitas penjualan yang bagus di sana, bukan cuma buat prospek jangka pendeknya keuntungan satu atau dua toko saja. 

Melainkan gimana semua komunitas di sana, saling bersinergi biar pelanggan dibuat nyaman. Karena kan untuk apa, sukses mengelabui satu pelanggan, tapi gara-gara toko A, brand Plaza Millenium sebagai komunitas penjualan terbesar jadi hancur gitu saja. Inilah salah satu keunggulan Plaza Millenium. Para merchantnya kompak.

Tapi memang saran saya, Anda sesedikit mungkin harus punya persiapan dan pengetahuan lah tentang smartphone. Jadi kalau anda ngerasa gak cocok dengan harga yang ditawarkan atau harganya bikin hati terenyuh, ya Anda bisa searching dulu. Jaringannya gak lelet kok. Bahkan pada beberapa toko mereka mau ngasih wifi gratis loh.

Cari di Google berapa harganya atau tanya kawan. Itulah gunanya dari awal tadi saya bilang lebih baik ajak kawan ke sini. Biar kita ada teman tukar pikiran juga. Pramunianya setia kok menunggu. Dan Pramuniaganya cantik-cantik juga loh, jadi bikin betah. Haha.


Beberapa pramuniaga cantik berpose merayakan hari Imlek (Dok. Pribadi)

Namun jarang kejadian kayak gitu (soal margin harga ketinggian). Harganya yang dikasih gak bakal sadis-sadis amatlah dari harga yang ditentukan. Jangan juga Anda bilang, “Loh, di internet harganya sekian, masa di sini sekian? Mahal amat.” 

Padahal marginnya Cuma Rp. 75rb s.d Rp. 100rb tapi Anda sudah sewot.

Kalau saran saya sih jangan gitu deh. Anggap aja margin itu keuntungan/profit dari tokonya. Sama-sama mengerti lah. Apalagi banyak pramuniaganya part time sambil kuliah. 

Lah, kalau dia ngasih harga persis di internet, dengan nol rupiah komisi, tokonya mau makan apa? Emang dia mau hibah buat Anda? Kecuali yang Pramuniaganya itu pacar Anda. Tapi eh tapi, masa pacar makan pacar sendiri? Hihi.

Skip.skip.

Jadi kalau soal margin itu ya sebijak-bijak Anda lah menanggapinya. Berdasarkan pengalaman juga, saya tahu harganya XXXX dan beda Rp. 100 rb dari harga di internet, tapi saya gak sewot karena saya lihat servicenya bagus, pelayanannya ramah, mereka mau jawab sampai tuntas pertanyaan saya.

Ohya, satu lgi. Ada air mineral gratisnya. Hehe.

Jadi yang menjadi konsennya  bukan cuma beli hape murah tapi lebih kepada pelayanan oral servicedan purna jualnya. Karena kita udah nyaman belanja di sana, kita simpan nomor telpon yang empunya toko atau pramuniaganya (tapi jangan modus juga), nah terus kalau ada masalah apa-apa terkait hapenya ya kita tinggal tanyalah ke mereka. Karena kita udah percaya dan merasa nyaman dengan mereka, ya seterusnya bakalan enak.
 
Karena kesan yang baik yang dibangun sejak awal, maka belanja di sini juga bakal bikin kita balik, balik dan balik lagi kalau kitanya mau upgrade smartphone atau mau beli gadget yang lain.

Dan hal yang sama berlaku juga untuk Laptop atau Notebook. Ga jauh bedalah ke-khasan para pramuniaganya. Tapi memang kalau di lantai 3 itu lebih hening. Enggak tau kenapa. Mungkin karena di lantai 3 itu jualan laptop kali ya, yang mana secara mindset kita mikir kalau harga laptop itu kan mahal, jadi menjualnya itu gak persis sama kayak jualan smartphone middle premium.  


Salah satu toko yang jualan Laptop (Dok. Pribadi)

Sama kayak jualan mobil, sales mobil kan gak manggil-manggil Anda. Tapi di lantai 3 juga ada toko smartphonenya kok. Jadi, telusuri aja terus setiap toko sampai Anda puas.


Salah satu gerai toko smartphone di lantai 3 (Dok. Pribadi)

Kalau Anda sudah mengunduh app ICT Millenium, bakal lebih mudah lagi. Selain karena di sana tersedia fitur-fitur update untuk mengetahui info promosi di Plaza Millenium,  kita juga bisa tahu gerai toko apa saja yang terdaftar di sana. Plus jika punya kartu Mille Card bakalan dikasih parkir gratis dan diskon-diskon tertentu di beberapa merchant..  Mana ada loh, plaza keren yang kayak gini.


Screenshot App ICT Millenium. Lengkap dengan data Merchantnya (Dok. Pribadi) 



Anda bisa cek sepuas hati merchant-merchant di setiap lantainya dengan navigasi dari smartphone. Keren kan?



Screen shot App ICT Millenium (Dok. Pribadi)


Denah lokasi dan daftar merchant di tiap lantai (Dasar s.d lt. 2) (Dok. Pribadi)



Denah lokasi dan daftar merchant di tiap lantai (3-6)  (Dok. Pribadi)


Selain itu Anda juga bisa nonton film, loh. Anda bisa cek film bioskop terupdate yang hari ini tayang di Cinema XXI yang ada di Plaza Millenium. Dan yang pasti informasi nya valid. Plus sudah tercantum harganya dan kalau anda klik gambarnya, maka akan diarahkan ke trailer film tersebut. Jadi, gak perlu repot-repot lagi cek di koran daerah atau melakukan googling.


Cek film terbaru via App ICT Millenium (Dok. Pribadi)

Mau dapat diskon di beberapa merchant dan dapat parkir gratis? Coba bikin kartu Mille Card. Gunanya kartu ini banyak. Selain bakalan banyak promo, event, diskon secara update via email/SMS blast, dengan kartu ini Anda juga mendapatkan kepuasan lain yakni anda bisa login di App ICT Millenium dan Anda bisa memanfaatkan benefitnya di luar Plaza Millenium juga. Jadi gak cuma di sekitaran Millenium saja. Dan ingat loh, dapat parkir gratis.


Makin keren dengan kartu Mille Card (Dok. Pribadi)


Nah saya ngomong panjang lebar dari tadi bukan cuma asal bunyi doang.

Inilah produk yang pernah saya beli di Plaza Millenium, jadi cerita di atas berdasarkan pengalaman pribadi, loh. 

Hape saya waktu SMA (Dok.pribadi)


Hape saya waktu pertama masuk  kuliah (Dok. Pribadi)

Dan yang pasti hape saya yang jadul-jadul dulu seperti C2-00 dan Nokia X2 belinya di Plaza Millenium juga, loh. Cuma kotaknya sudah hilang. Hehe.


More Detail...

Nah, puas ngulik pelayanan di dalam, saya bakal ngebahas lebih detail tentang Plaza ini. Eh, saya bukan karyawan loh atau ada kenalan karyawan. Saya ini murni netizen yang senang aja berbagi. Jadi, mari kita ulas.

Ok. Untuk akses transportasi ke sini mudah banget karena Plaza Millenium masih di seputaran pusat kota Medan. 

Jadi darimana saja sebenarnya bisa. Mulai dari naik angkutan pribadi, taksi biasa (di sini dekat pole Taksi Blue Bird), becak, sampai angkot pun banyak banget lewat di sini.

Bahkan lazimnya plaza-plaza besar pada umumnya, Plaza Millenium sudah menyediakan halte, loh.


Halte di depan Plaza Millenium. Becak dan Ojol berbaur di sini (Dok. Pribadi)
Secara Plaza Millenium ini dekat kemana aja dan jalannya bagus. Gak ada bolong-bolong. Hehe.

Juga diapit berbagai universitas seperti Universitas Sari Mutiara, Universitas Panca Budi, Universitas Sumatera Utara, Universitas Darma Agung, Universitas Pelita Harapan, dan banyak banget lah sekolahan atau kampus yang dekat sini. 

Ongkosnya juga murah kalau naik ojek online, angkot, atau taksi online (rekomendasi bareng kawan biar hemat)  kalau dari kampus yang saya sebutkan di atas . Tapi jujur, saya belum pernah naik becak.

Saya yang netizen suka jalan-jalan berbiaya murah biasanya naik transportasi umum kayak angkot. Hmm, memang agak ngenes. Tapi beneran. Ada angkot nomor 108, yang kalau Anda tinggal di Jamin Ginting, area Pringgan, Iskandar Muda, Gaperta, Setia Budi, atau bahkan Simpang Pemda, Anda bisa menggunakan angkot ini.

Foto ngenesku (Dok. Pribadi)

Untuk yang tinggal di tempat lain sih, ya sekalian jalan-jalan coba aja dijajali satu-satu. Ada angkot nomor 130, 74, 40,12 MRX, dan banyak lagi melintas di sini. Jadi, gak usah khawatir kalau soal akses. Ke Plaza Millenium itu paling gampang lah aksesnya. 

Nah, sekarang, kita bahas fasilitas umumnya.

Untuk menghadapi gempuran tokoonline, Plaza Millenium ini ternyata cepat banget beradaptasi dengan waktu. Jadi bukan cuma jomblo aja yang beradaptasi dengan waktu untuk move on dari pacarnya, Plaza ini pun bisa. Haha.


Konsep menyesuaikan zaman (Dok. Pribadi)

Kalau kita cari dengan keywords Plaza Millenium di OLX (market place jual beli), kita dapat nemu kayak gini. 

Contoh merchant yang promo di salah satu marketplace (Dok. Pribadi)

Itu berarti tidak semua orang Medan senang belanja online. Apalagi anak muda. Belum semua memiliki kepercayaan 100% penuh kepada toko daring (online). Ternyata banyak juga merchant yang promosi via e-commmerce loh. Tapi promosi aja. Transaksi tetap secara fisik di Plaza Millenium.

Karena mungkin memang sifat orang Indonesia yang cenderung ingin melihat langsung produknya seperti apa, menyentuhnya, bertanya-tanya sepuasnya,  berinteraksi dengan yang punya toko, sekaligus jalan-jalan bareng teman dan menyempatkan diri rekreasi di berbagai tempat hiburan yang ada di Plaza tersebut. 

Millenium sigap melihat dinamika. Itulah alasan mengapa mereka menyiapkan One Stop Service, sehingga di sana juga ada beberapa tenant besar seperti Cinema XXI, Food Court, wahana hiburan,  bahkan pernah ada tenant Gramedia di sini. Juga fasilitas umumnya lengkaplah, seperti ada ritel Alfamart, sistem penitipan barang dan ada fasilitas parkir yang pastinya memadai.

Nah, kita bakal bahas juga satu-satu.

 Jangan bosan dulu ya. Seru loh, bahas Plaza Millenium.

Parkiran Motor Plaza Millenium (Dok. Pribadi)

Kita mulai dari tempat parkir untuk motor. Untuk sepeda motor itu harus naik ke atas. Jadi Plaza Millenium itu unik ya, kan. Kalau di Plaza lain biasanya itu di basement, ini dia di atas. Aku sih cuma tahunya tempat parkir ini. Karena seringnya parkir kendaraan di sini.

Tempat nya luas banget dan selalu rapi. Kalau kita parkir motor, bisa langsung masuk Plaza Millenium lewat pintu yang sudah ada (sky bridge parkiran) atau turun ke bawah lewat tangga dan masuk dari lantai dasar.

Motor juga bisa nginap, loh di sini.

Turun ke lantai dasar, dari parkiran bisa langsung masuk ke lantai 2 (Dok. Pribadi)

Sedangkan untuk mobil sendiri, sudah disediakan tempat parkir khusus yang dibangun di belakang gedung Plaza Millenium. Jadi parkir mobilnya bisa langgeng dan gak perlu desak-desakan. Ada juga parkiran halaman depan, tapi saya kurang tahu itu khusus karyawan atau bukan.


Gedung parkir khusus (Dok. Pribadi) 




Parkiran mobil di depan pintu masuk Plaza Millenium (Dok. Pribadi) 

Untuk tarif parkirnya ya standart lah. Dari pengalaman pribadi kalau parkir motor kurang lebih selama 4 jam saja itu kena Rp. 3000,- sedangkan untuk mobil saya kurang tahu, karena gak pernah bawa mobil dan gak punya mobil juga. Haha. Tapi kemungkinan standarlah mulai dari Rp.5000 (maybe).

Kalau bicara keamanan, dijamin pokoknya. Karena sistem karcisnya sudah terkomputerisasi dan standartlah untuk plaza-plaza pada umumnya.


Portal untuk keluar-masuk kendaraan (Dok. Pribadi)

Tenaga keamanannya juga siap menjaga Anda, kendaraan beserta bawaan Anda.

Jadi bakalan aman deh. Khususnya kendaraan Anda kalau dititpkan jangan hilang saja karcisnya ya. Entar bakal ribet mengurusnya.


Sang Penjaga Plaza Milenium (Dok. Pribadi)

Dan ada juga tempat untuk menitipkan barang. Sebagai mahasiswa yang niatnya jalan-jalan ke Plaza sekelas Millenium, tentu gak bebas dong mobiitasnya kalau kita bawa-bawa tas yang isinya buku-buku apalagi kalau sampai bawa laptop, botol minum dan bontot ke dalam. Bakalan berat di punggung. Maka disediakan tuh fasilitas penitipan barang. Tapi eh tapi, meskipun tulisannya titip helm (Khusus bagi Anda yang parno-an karena helmnya pernah hilang), tempat penitipan ini juga bisa untuk tas kok. Saya pernah titip laptop dan aman-aman saja. Meskipun untuk menikmati fitur penitipan ini kita harus membayar Rp.3000,- Tapi sebandinglah dengan kenyamanan kita di dalam.


Apalah arti sebuah nama (Dok. Pribadi) 


Bersama Mbak-mbak yang bekerja di tempat penitipan barang (Dok. Pribadi)

Nah, bagi kamu yang gak suka bawa uang cash, di sini juga ada ATM kok untuk narik tunainya seandainya diperlukan. Tempatnya keren lagi. Jadi sebelum belanja bisa gesek, gesek, gesek dulu. Hehe. Yang penting saldonya cukup aja dah.


Ngerasa orang kaya kalau keluar dari sini. Haha (Dok. Pribadi)

Lalu, Plaza Millenium ini juga berusaha mengadaptasi gaya anak muda dan caranya gak tanggung-tanggung. Di sekitaran taman depan Plaza ini, Anda bisa menemukan banyak ikon atau logo Social Media paling populer di dunia. Mungkin tujuannya supaya lebih familiar dengan anak muda kali, ya.

Kekinian banget (Dok. Pribadi)

Untuk kamu yang hobi belanja kuliner, juga ada di sini, loh. Memang untuk ukuran kantong mahasiswa seperti saya agak membenani. Hehe. Tapi sebagai one stop service, anak-anak muda kekinian juga sering nongkrong di sini ngebahas apa saja atau mungkin karena head to head dengan Bioskop Cinema XXI, maka banyak yang nunggu masuk theater bioskop di sini sambil ngemil.

Karena di sini kita dapat spot pemandangan keren kalau makan di pinggir jendela. Kita bisa lihat Kota Medan dari lantai 4 ( Di sini disebut lantai 5). Keren viewsnya. Saya pernah makan di sini. Meskipun gak banyak uang, tapi gak mau kalah gaul dong. Memang kalau makan tiap hari di sini gak mungkin lah karena saku bisa jebol, tapi kan kalau sekali-kali boleh gitu, loh. Makanya nabung. Haha.

(Foto pemandangannya gak sempat waktu itu).

Delicious (Dok. Pribadi) 

Pintu masuk ke Food Centernya (Dok. Pribadi) 

Makan pun ada paket siswa/mahasiswanya juga, loh. Haha (Dok. Pribadi)

Selain kuliner, di sini juga ada yang jual pakaian, loh. Dan letaknya ada di tengah-tengah antara bioskop XXI dan Food Center MERICA. Hmm, bagi Anda yang mungkin kepincut pada pandangan pertama dengan item fashion di sini boleh dibeli deh. Jangan malu-malu. Kalau bertanya tak ada yang larang kok.

Dok. Pribadi

Di sini juga ada wahana bermainnya, loh. Cuma memang sepi kalau di jam-jam kantor. Jadi kalau Anda mau menghabiskan waktu dan uang di sini, monggo. Sayang anak...sayang anak... Hehe.


Dok. Pribadi

Nah, yang paling ditunggu-tunggu dan paling banyak digilai anak muda itu adalah bioskopnya. Jreng...jrengg...jrenggg... Ini dia Bioskop Cinema XXI.

Dok. Pribadi

Saya biasanya nonton bareng kawan di sini. Harganya sangat bersahabat pokoknya. Cuma Rp. 25.000,- di hari normal. Karena dekat dengan banyak kampus dan sekolahan, bioskop ini selalu ramai, loh mulai jam 12 siang. 

Bareng kawan (Dok. Pribadi)



Jadi ada cerita sedikit lucu sih. Hehe. Saya sering numpang AC di sini kalau pulang kampus. Haha. Kita selalu masuk dari pintu samping, langsung naik lift ke Cinema XXI karena memang kalau mau ke sana, cara tercepat adalah naik lift (pintu Cinema XXI head to head dengan lift).  Jadi kita sering nongkrong di tangga di depan Cinema XXI nya yang menuju ke office, sambil lihat-lihat film terbaru dan memantau apa harga tiket bakal naik (pliiss, jangan dinaikin segitu aja).

Tempat yang jadi saksi ngenesnya kami. Can you imagine? (Dok. Pribadi)

Tapi saya juga gak ngenes-ngenes amatlah. Juga bisa ngajak kawan cewe untuk nonton bioskop bareng.  Kawan loh, kawan. Jangan ngira yang aneh-aneh. Tapi gak masalah juga sih. Ini bukti saya bukan cowok yang malu-maluin lah. Haha.

Auto Face Cencor.  (Dok. Pribadi).

Hal menariknya lagi dari Plaza Millenium adalah ternyata pegawainya itu jujur banget. Ada kejadian hape teman tinggal gitu di toiletnya. Kalau kitanya di mall lain, gak usah aku sebutin namanya, itu pasti bakalan raib ya kan. Tapi enggak di sini. Dia udah pasrah tuh. Terus dia ngehubungi bagian informasinya dan handphone nya dibalikin deh. Jujur-jujur banget ya, kan pegawainya.

Karena katanya mereka di sini sudah dilengkapi dengan perjanjian integritas. Gak tau maksudnya gimana, tapi ya yang penting hape hilang balik lagi udah mantaplah itu di zaman sekarang yang serba materialistis dan serakah. Salut buat Plaza Millenium.
 

Aula / Gedung Pertemuan (Dok. Pribadi).

Nah, yang terakhir itu adalah gedung pertemuan. Di hari Minggu jadi tempat ibadah umat nasrani karena spacenya yang luas. Dan dengar-dengar dari satpamnya, harga sewa gedung ini juga murah, loh. Sekitar  mulai dari Rp.2 jutaan per pemakaian. Fotonya agak blur, karena saya agak grogi waktu dilihatin satpamnya. Hahaha. 

Penutup

Ok, udah puas ya gimana nge-review dan share pengalaman pribadi aku soal Plaza Millenium ini.

Jadi, thanks udah mampir ke blog aku. Dan jangan lupa komen kalau kalian senang dan sering juga main ke sini. Siapa tahu bisa jumpa.

Saya ini tergolong pelanggan lama di Plaza Millenium, jadi dapat beberapa souvernirnya. Hehe. Keren kan?


Koleksi terus! (Dok. Pribadi)

Plaza Millenium, belanja lebih mudah, terjamin, dan bergaransi. 

Siaaapppp... 



#MilleniumDigital
#MilleniumInfluencer


















 







 
 




 

  • Share:

You Might Also Like

6 Comments

  1. Good
    Dha nongkrong yh ke PM BG ANDRE

    BalasHapus
  2. Haha. Sering nonton bioskop di sini.'

    BalasHapus
  3. Nicee post.. Review nya totalitas dan lucu liat wajah ngenest mu ndre.. Ribet naik angkot kan ada ojol..

    BalasHapus
  4. Bagus banget reviewnya bang, berdasarkan pengalaman pribadi itu lebih long lasting dilihat orang dan mbah google. Btw Plaza Milenium buat saya masih tetap tempat berburu hp terbaru :)

    BalasHapus