Jangan Bunuh Diri Karena Sebuah Lagu (Music Corner)

By Andre Demofa - Januari 17, 2020



Well, memang judulnya sedikit seram. Namun anjuran itu ada benarnya. Sudah banyak kasus orang yang mendengar lagu tiba-tiba merasa cocok dengan liriknya, lalu mengikutinya.

“ Lebih baik aku mati... “  

Nah, ini kan ngeri?  Jika terlalu dihayati maka orang yang lemah imannya akan mengikuti arah lirik tersebut. Dan dia...mati.

Kalian mau bunuh diri karena sebuah lirik lagu? Coba pikir panjang. 

Jika ditimbang secara professional, aku percaya penulis lagu yang lirik-liriknya agak sadis tidak punya maksud membuat pendengarnya melakukan hal-hal di luar kemanusiaan seperti itu.

Apalagi kalau misalnya kamu melihat gebetanmu dicium pacarnya di depan matamu seperti lagu Dewa 19- Cemburu.

“Ingin ku bunuh pacarmu, saat dia cium bibir merahmu di depan kedua mataku...”  

Yakin kamu mau satu sel dengan Raja Bajak Laut karena membunuh orang? 

Pendengar juga tidak boleh salah menghayati.  Karena itu baru satu lagu, kalau liriknya seperti ini:

“Mau tak mau ku harus melanjutkan yang tersisa...“ seperti lirik lagu Jagostu - Mau Tak Mau.

Ya, ada sugesti positif di dalamnya. Bahwa pasrah dan menerima kenyataan bahwa orang yang kita suka memilih orang lain. Ada kesan kontras dari dua lirik di atas.  

Dulu aku juga begitu.

Galau karena lagu-lagu yang didengar benar-benar mewakili perasaan. Ada yang pro dan ada yang kontra.

“ Pergilah kau, pergi dari hidupku...”

Kalau kondisinya disakiti oleh pasangan dengarlah lirik di atas, lagu Pergilah Kau karya Sherina Munaf cocok untuk mengekpresikan perasaanmu. Itu loh, lagu mantannya Raditya Dika. 

Ehem.

Pasti rasa benci pada pasangan akan menguat ketika mendengar lagu tersebut, dan rasa percaya diri meningkat untuk membuktikan bahwa kamu bisa hidup sendiri. 

Coba bandingkan dengan lirik ini: 

“Namun ku yakin kau kembali untukku. Aku yakin kau milikku, untuk selamanya di sisiku...“ itu adalah potongan lagu Baim (eks vokalis ADA BAND). 

Coba kalian dengar lagu ini di saat sedang diselingkuhi pasangan yang masih kalian sayangi.

Bingungkan?  Yang mana harus dihayati dan dikuti coba?

Mau menyuruhnya pergi atau tetap bertahan dan menunggunya kembali?

Jadi, jangan disesatkan oleh lagu. Para penulis lagu ada untuk mewakili perasaan pro dan kontra kalian, mengekspresikan perasaan itu sampai kalian lelah sendiri dan akhirnya bisa melampiaskan semua rasa sesak di dada.

Penulis lagu mengantar kalian menuju ketenangan hingga bisa membuat sebuah komitmen atau keputusan setelahnya.

Ketika sudah tenang, ambillah kesimpulan dari hati kalian sendiri.

Jangan hanya karena sebuah lagu kalian langsung membuat talak cerai, atau putus dari pacar ketika sudah 9 tahun pacaran.

Itu sih tidak cinta namanya! 

Jangan juga karena ada sebuah lagu berlirik: “Izinkan aku selingkuh...”  lalu kalian jadi tukang selingkuh, atau kalau ada lagu berlirik : “Aku cinta sahabatmu, izinkan aku bahagiakannya...”, lalu seakan-akan kalian  didukung untuk mengambil pacarnya sahabat kalian sendiri dan berakhir dengan mengenaskan. 

Percayalah, niat buruk hasilnya akan buruk.

Atau lebih ekstrim lagi, kalau ada lagu bilang gini:  “Mereka cuma sampah, jangan atur hidupku, urus lah hidup mu sendiri, ini hidupku...“, kalau ada yang mengikuti liriknya mentah-mentah, biasanya sih lirik lagu Out School seperti ini banyak,  maka dia pasti berakhir di penjara. Aku yakin itu.

Hidup ini harus punya aturan. Justru bagus kalau orang lain mau memberi nasehat, berarti dia masih peduli. Kalau kalian mau hidup bebas, sana pergi ke hutan rimba. Sampai kalian sadar juga, di hutan rimba pun ada aturannya: Yang kuat yang bertahan hidup. 

Aku sih agak miris melihat generasi micin muda sekarang yang gampang sekali disesatkan atau menelan mentah-mentah informasi yang ditawarkan baik lewat ruang baca, ruang dengar dan ruang pandangnya.

Ada satu kecendrungan yang membuat aku geleng-geleng kepala. Banyak pembaca menjengkelkan yang kadang tidak mengerti maksud utuh sebuah artikel namun sudah berani berkomentar yang panjangnya seperti artikel yang dia baca.  Ini kan gila!

Jadi, apapun informasinya, termasuk lagu yang kalian dengar jangan langsung ditelan  mentah-mentah. Masuklah dalam alunannya, ikuti romansanya, ikuti melankolitasnya, ikuti sendu tawanya, namun ketika selesai mendengar kembali lah menjadi diri kalian sendiri dan buat keputusan.  

Karena yang tahu masalah kalian adalah kalian sendiri, para penulis lagu itu tidak tau apa-apa dan tidak ada untuk menjawab pertanyaan kalian.

Lagunya hanya membuat kalian merasa lebih terwakilli, membuat kalian mengenal diri sendiri, merasa lebih nyaman dan menegaskan bahwa ada hal baik dan hal buruk di dunia dan itu semua hidup berdampingan.

So, tetap berpikir jernih ya.

Jangan sampai kalian berakhir mengenaskan hanya karena terinsepsi sebuah lagu.

Tetap waras, guys. 


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments