Kecanduan Soda

By Andre Demofa - Januari 14, 2020



Seperti biasa ketika jalan ke kampus saya melihat beberapa perokok sedang nongkrong dengan santainya. Padahal ini masih pagi. 

Entah mengapa mereka ada dimana-mana. Waktu naik angkutan kota mereka ada di sana, sewaktu berada di kelas, sewaktu jalan kaki sore-sore, bahkan di restoran yang jelas-jelas ada tulisan 

“Dilarang merokok di tempat ini” saya bisa melihat perokok ada di sana. Ya, meskipun puntung rokoknya diletakkan sembunyi-sembunyi.

Meskipun ada tulisan larangan merokok, tapi seakan papan pengumuman itu cuma figuran yang menempel sedih karena tidak dihiraukan. Padahal tulisannya dibuat besar-besar, tapi kalau ditegur, 

“Mas, gak boleh ngerokok loh, di sini”  si perokok itu menjawab enteng “Peraturan kan dibuat untuk dilanggar, Bro!” kalau jawabannya sudah gitu mending kita mengangguk saja.

Kita yang bakalan bermasalah kalau cari masalah sama orang yang sudah bermasalah pikirannya.

Tapi kali ini bukan membahas perokok. Tapi kecanduan lain. Memang di zaman sekarang semakin banyak jenis kecanduan. Sebagai manusia sosial, saya berteman dengan banyak jenis manusia. Dan setiap jenis manusia itu punya jenis kecanduan yang berbeda-beda pula.  Salah satunya adalah soda.

Umm, ini kecanduan yang agak premium, karena setiap hari harus mengkonsumsi soda minimal satu botol sehari yang harganya sudah hampir sebungkus rokok.

Tapi kecanduan soda itu gak bakal merugikan siapapun. Kalau kalian duduk di samping orang yang kecanduan soda, kalian gak perlu tutup mulut dan hidung, gak perlu pasang tampang jijik, gak perlu geleng-geleng kepala, dan gak perlu takut kehilangan mancis. Karena orang yang kecanduan minum soda itu sulit dideteksi keberadaannya kecuali dengan dua cara.

Pertama, dia yang memberi tahu langsung atau kalian mengikuti kesehariannya 24 jam dalam seminggu. Ya, cara kedua barangkali mungkin bisa dilakukan jika kalian adalah suami istri. Kalau masih kawannya, jangan. Nanti diciduk ormas.

Jadi, saya sempat mikir. Kok bisa ya orang kecanduan soda? Ternyata, soda itu memang bisa menyebabkan candu. Buktinya di Amerika Serikat produk soda itu paling laku. Rilis beberapa tahun yang lalu produk seperti Coca-cola itu merajai pasar minuman dingin. Hm, mungkin sampai hari ini. 

Sebelum coffe-coffe menyerang.

Padahal efek samping kecanduan soda banyak, loh. Teman saya adalah salah satu sodaisme, beberapa kali terkena asam lambung, anemia, bisul, dan perlahan jadi Wibu. Eh.

Tapi sisi positif nya juga ada. Bayangin aja dia minum soda sekaleng setiap hari, apa gak makin gemuk? Belakangan saya juga mikir, kalau soda bisa menggemukkan, maka biarlah saya minum soda setiap hari seperti dia biar bisa gemuk. Karena dibalik orang-orang yang ingin kurus, masih ada jenis manusia sepertiku yang ingin gemuk.

Tapi berpikirlah dua sampai tiga kali. Karena candu akan menimbulkan ketergantungan. Dan ketergantungan akan menciptakan stress. Jadi kalau tidak mau stress, hindari kecanduan.

Mungkin ini sama seperti rasa candu ketika mengirim sms ke orang yang kita sayang terus menerus setiap harinya, orang yang kita selalu doakan, orang yang selalu kita ingatkan bahwa hari sudah menjelang pagi, sore, dan malam. Orang yang bagi kita istimewa, dan kelak jika dia pergi, seakan ada yang kurang dalam hidupmu. Seakan semua candu itu, lebih menyakitkan tanpa kehadirannya.

Karena ketika dia pergi, kamu seperti berada di panggung besar yang hanya berhadapan dengan kursi-kursi kosong. Kamu punya tenaga untuk bernyanyi, tapi tidak dengan alasan. 

Aduh, kok seketika jadi gundala gini.

Tapi di mata orang yang sudah kecanduan, dunia ini semakin sempit. Percaya deh.

Pada akhirnya, hanya ada dua jenis manusia di dunia ini, yakni yang kecanduan soda dan tidak kecanduan soda. 

Karena apapun yang kita kerjakan, di mata pecandu soda, mereka akan mengkategorikan kamu dalam kelompok soda, ya meskipun kamu bukan peminum soda.

Mari berpikir.  



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments