Playlist Lagu Pop Indonesia Yang Kurang Populer, Namun Lirik dan Melodinya Juara!

By Andre Demofa - Januari 09, 2020


Ok. Kali ini aku bakal share lagu pop yang menjadi favorit di playlistku. 

Untuk urusan lagu, aku memang orangnya pemilih. Jadi di list ini, lagu yang aku rekomendasikan bukan lagu folk-indie yang ala-ala senja atau ala-ala diksiana yang belakangan ini naik daun.

Lagu yang ku rekomendasikan ini tak lekang oleh waktu di telingaku, karena produksinya sendiri sih udah lama banget. Bahkan hampir bisa dibilang lagu yang aku share berikut ini memang jadul sih. Tapi kalau kamu dengerin, kamu bakal terbawa suasananya.

Aku sendiri sempat mikir. Kok lagu se-enak ini bisa ya kurang populer dibanding lagu hype lain yang sekalinya naik, beberapa minggunya langsung tenggelam dan orang tidak mencari lagi.


Ok, tanpa berlama-lama lagi ini 5 lagu favoritku. 



1. Ryan Ho - Berhenti Mencintai

Dari namanya aja sih sepertinya masih sangat asing di blantika musik Indonesia. Bahkan sekilas kalian yang baca bakal nanya, “Ini lagu nemunya dimana?” Ok aku bakal jelaskan dengan singkat.

Kalau kamu pernah nonton film Tak Kemal Maka Tak Sayang, nah lagu ini jadi soundtrack di akhir scene, ketika seorang Kemal patah hati dan membakar dinding rumahnya.

Kenapa dia bisa sampai bakar dinding rumahnya? Itu sih tonton aja sendiri biar paham.

Yang pasti, lagu ini mewakili banget suasana di film itu. Aransemennya itu klop banget, simpel, ga lebay, kesan sedihnya juga dapat banget tapi ga cengeng.

“Gelisah, amarah, jadi satu. Menyesal? Tetapi semua sudah terjadi...”


Ini liriknya sih keren banget. Intinya lagu ini cocok untuk orang yang patah hati, apapun itu sebabnya.  


Aku juga heran, kok lagu yang jadi soundtrack movie kayak gini gak banyak yang menilik. Di Youtube juga viewsnya rendah. Tapi entahlah. Itu masih jadi misteri.   

2. Jagostu - Mau Tak Mau

Petualangan ku menemukan lagu ini dimulai ketika aku masuk jadi maba (mahasiswa baru). Ada seorang tokoh mahasiswa yang populer banget di masanya, namanya Soe Hok Gie atau biasa dipanggil Gie. Nah, saking kuatnya ketokohannya, si Gie ini sampai dibikin filmnya sendiri.

Film ga komplit dong tanpa soundtrack. Nah, waktu aku cari soundtrack film ini, Youtube merekomendasikan ku sebuah video klip berjudul: Jagostu - Mau Tak Mau.


Aku masih ingat, waktu itu aku main di warnet. Dan aku putar tuh lagu. 


Tau apa yang kurasakan? Aku langsung jatuh hati sama gaya bermusik, aransemen, konsep video klip, dan lirik dari lagu itu. Asli. Dan aku jadi sering nyanyikan itu di rumah sampai aku bisa hapal.

Kerennya dari lagu ini adalah range suaranya terjangkau banget. Ga tinggi, ga rendah. Jadi cocok untuk dibawa karaoke. Ya, habisnya lagu ini diciptakan oleh Eross Chandra SO7. Siapa yang ga kenal nama besarnya di industri musik Indonesia? Orang dibalik lagu-lagu jeniusnya Sheila On 7.

Waktu dia buat debut album untuk band bentukannya yang baru Jagostu, yang katanya proyek sampingannya saja, aku terkagum-kagum. Memang Mas Eross ini asli jago banget bikin lagu.

“Aku bisa memeluknya, tetapi tidak hatinya... Ooo, menyakitkan.” 

Kalau dipikir-pikir, liriknya ini dalam banget loh dan bisa ditafsirkan dalam banyak bentuk.

Nah, ini lagu yang juga membawa saya ke band bernama The Finest Tree.  Band yang digadang-gadang bakal punya nama besar di Indonesia ini beberapa kali bawa cover lagu ini. Keren banget pokoknya. 


Tapi karena satu dua hal, akhirnya gaung band yang digawangi Cakka dan diproduseri Eross Candra ini mati di tengah jalan. Alasannya sih katanya sih Cakka mau hijrah. Aku ga ngerti defenisi hijrah itu gimana, tapi ya, aku benar-benar kehilangan selera musik berkelas yang dibawakannya. 

Sampai sekarang, lagu Jagostu ini masih jadi favoritku, dan pasti jadi lagu wajib ku di kamar mandi kalau lagi bosan. Hihi. 


3. Tongam Valentino - Ku Kan Terus Berjalan 


Lagu apa lagi ini?

Pasti banyak yang mikir gitu ya kan.

Yap, lagu ini sih udah lama banget. Aku bahkan tau lagu ini waktu masih SD kelas enam dulu. Sering diputar di acara musik gitu. Dulu kan masih ada tangga nada.

Untukku sendiri, lagu ini punya kesan tersendiri. Karena liriknya itu simpel, beneran simpel. Tapi liriknya itu bisa diterima semua orang yang baru saja patah hati.

Astaga, Ndre dari tadi lagu patah hati melulu.

Ya, mau gimana lagi. Lagian jangan mikir aku patah hati waktu dengerin lagu ini kelas enam SD, puber aja belum.

Kelebihan lagu ini di mataku adalah dari liriknya mudah dimengerti, sedih tapi ga cengeng. Kesan lagunya juga agak pop rock gitu, apalagi yang bawa Tongam Valentino sehingga kesan maskulinnya itu dapat.

“Ku tak bisa ingat kamu, ku tak mau....”

Liriknya khas banget ala-ala Slank gitu karena memang lagu ini diciptakan Pay dan Dewiq. Pay sendiri adalah mantan personel Slank. 


“Siapapun gantimu, aku akan mau...” 

Ini sih lirik yang bikin lagu ini agak beracun. Gimana enggak, bayangin kalian lagi patah hati terus dengerin lagu ini, ya otomatis pesannya adalah : Carilah pelampiasanmu.

Haha.

Tapi memang lagu ini patut diacungi jempol karena polos apa adanya. Ga memberi motivasi atau pesan positif kayak seminar-seminar yang kata orang ‘munafikun’.

Pesannya memang frontal. Jadi cocok untuk mengekspresikan kesedihan, tapi jangan jadikan pedoman.

Karena kata nenek itu berbahaya. Hehe.


4. D’Masiv - Bertepuk Sebelah Tangan 


Nama besar band yang satu ini ga perlu diragukan lagi. Tapi coba deh baca judulnya. Pernah dengerin gak judul lagu yang satu ini?

Masih jarang sepertinya yang tau lagu ini. Padahal kalau kalian dengerin, lagu ini dalam banget. Ga kalah sama lagu hits mereka lainnya.

Tapi aku suka heran, kok bisa ya lagu se-keren ini gak jadi hits di zamannya?

Kalau menurutku sih, lagu ini juara banget dari sisi lirik. Terlepas orang bilang ada unsur plagiasi di lirik-lirik lagu band ini, tapi aku nganggap sih ini real dari D’Masiv.

Belum lagi dari pembawaan vokalnya yang dapat banget feel-nya. Penjiwaan seorang Rian D’Masiv di lagu ini juara banget. Dengerin kalau ga percaya. Mungkin benar, si Rian yang ngalamin sendiri. Hehe. 

“Kini ku terluka, kembali ke terluka, saat menyadari cintaku bertepuk sebelah tangan...”

Dari liriknya saja kita sudah bisa menebak, ini lagu sedih yang mendayu-dayu. 

Aku sih nganggap lagu ini dari sisi pembawaan adalah lagu yang paling juara dari seluruh playlist yang aku rangkum di sini. 

Bravo buat D’Masiv.  

5. Sheila On 7 - Hujan Turun

Sama seperti D’Masiv, band yang satu ini juga gak kalah besar pamornya. Bahkan band ini dianggap sebagai band dengan lagu yang tak lekang di makan oleh waktu dan menjadi kebanggaan masyarakat Yogyakarta. 


Tapi dari semua lagu yang pernah mereka rilis, pernah kah kalian mendengar judul di atas?

Single: Hujan turun. 

Dari sisi lirik, pembawaan, aransemen, lagu ini memang beneran punya potensi hits di masanya.

Tapi kenapa kurang populer?

Barangkali karena di masa itu, bahkan masih berlaku di masa sekarang, single itu hanya ada 1-2 buah yang dirilis secara besar-besaran ke pasar dari sebuah album yang umumnya berisi 9-12 lagu. 


Dan kebetulan lagu ini mungkin tidak dimasukkan menjadi single.  Lagu ini masuk dalam album Berlayar di 2011. Lagu ‘Pasti Ku Bisa’ dan ‘Hari Bersamanya’ saat itu menjadi single andalan Sheila On 7 dari album ini, sehingga lagu ini belum mendapatkan tempat untuk dipromosikan secara masif.

Sayang banget, padahal lagu ini punya kans yang besar juga. Liriknya puitis, instrumennya easy listening, dan lagunya ga bosenin.

Cocok untuk kalian dengerin kalau lagi bad mood.

Penutup

Nah, itu tadi lima lagu pop Indonesia yang kurang populer, tapi lirik dan melodinya juara.

Bukan ga mungkin dari kelima lagu ini, aku bakal bikin postingannya tersendiri. Karena setiap lagu umumnya kan meninggalkan kesan. Maka, setiap kesan pasti bisa jadi sebuah cerita.

Sampai jumpa diposting berikutnya.  

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments