Kapan Indonesia Mengutus Ridernya?

By Andre Demofa - Februari 08, 2020



Anak muda di Indonesia punya ketertarikan yang besar pada olahraga. Termasuk balapan.

Karena hasrat yang begitu membara ketika baru mengendarai motor untuk pertama kalinya, biasanya mereka akan mengebut, membalap, melaju sekencang-kencangnya tapi tiba bensinnya habis dia jadi anak baik lagi.

Entah siapa lawan balapnya di jalan raya. Mungkin  betor  (becak motor) yang larinya tidak sampai 200 Km/ jam, melawan ibu-ibu yang pakai motor matic, atau melawan nalurinya sendiri?

Maka orang balapan barangkali bukan sedang balapan dengan siapapun, mereka balapan untuk melawan dirinya sendiri.

Meski dengan animo yang sedemikian rupa, tetap saja belum ada rider kita yang mengaspal di Moto GP.

Padahal kita rindu bendera Indonesia berkibar di sana.

Satu yang saya suka dari pembalap, mereka tidak banyak bicara.

Bahkan salah satu bintang iklan yang paling sedikit bicara adalah pembalap. “Yama*h Semakin di Depan.” udah itu aja. Terus dia pulang. 

Mereka gak hobi buat gaya-gayaan, pasang tato, dan pokoknya kalem. Kehidupan pembalap di luar lintasannya memang tidak disorot banyak seperti hal nya bintang lapangan sepakbola.

Karena irit bicara ini, sebenarnya olahragawan seperti pembalap cocok direkrut partai-partai.

Loh, kok jadi lari ke politik, sih?

Tunggu sebentar.

Kalau pembalap ditanya soal kemungkinan terpilihnya kembali Donald Trump, mereka bakal langsung menutup kaca helmnya dan menjawab dengan singkat, “No Sense.”

Tapi kalau ditanya soal kalkulasi balapan selama simulasi, mereka bakal menjelaskan dengan data dan angka yang valid dan langsung uji coba untuk menguji hipotesanya.

Ya, benar-benar bintang idaman rakyat. Langsung action.

Itulah mengapa banyak olahragawan mau jadi caleg. Contohnya dari dunia tinju ada Chris John yang sudah jadi anggota partai Demokrat.

Mungkin memang budaya latah, tapi memang setiap atlet yang udah tenar dikit pasti mau jadi PNS atau caleg.

Karena bentar lagi Pilkada, ini nih tips buat partai politik.

Daripada habis-habiskan uang buat mencari kader, pasang iklan mahal-mahal. mending kadernya dipersiapkan dari sekarang dari dunia balap aja deh. Terus bayarin. Buat kontrak politik dan bisikin

“Nanti kalau udah naik podium dan pensiun, kamu langsung jadi caleg atau walikota, ya,”

Dengan kontrak di bayar lunas di awal, saya yakin Parpol pasti menang.

Hitung-hitung modalin Indonesia biar punya wakil di MotoGP.

Untung buat negara, untuk buat parpol.

Yuk, tanam saham!



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments