Mulai Aja Dulu #2 (Jangan Jadi Badut)

By Andre Demofa - Februari 04, 2020



Saya kenal banyak orang yang mau mengubah hidupnya. Mereka berpegang pada satu kata, ‘harapan’.

Mereka ingin menjadi sesuatu. Tapi tidak memulai untuk menjadi sesuatu tersebut.

Mereka justru sibuk membaca buku-buku memotivasi, membuka film-filmmotivasi, apalagi sampai tik-tok motivasi.

Lama-lama terbodoh, perlahan pasrah dan akhirnya jadi badut yang tertawa membuat orang bahagia, tapi tidak merasa bahagia dengan apa yang ia lakukan.

Bapak saya pernah bilang, “Ke toilet aja dulu, nanti juga Eek-nya keluar sendiri.”

Seperti itulah berkarya.

Jika mengira aku yang penulis blog amatir ini adalah manusia luar biasa yang sudah mengkonsep semua tulisanku di otak, kalian salah deh.

Semua tulisan yang kalian baca di blog ini timbul secara otodidak, tanpa draft, tanpa outline, dan mengalir begitu saja. Memang sih, menulis itu perlu teknik, tapi itu nomor kesekian. Yang penting mulai dulu.

Begitupun dengan bidang lain.

Mau kalian jadi gamers, jadi podcasters, jadi desainer, jadi musisi, atau jadi raja yang bermain football di luar angkasa,  kalian harus mulai dulu dari langkah pertama.

Kadang kita gak tahu mau jalan kemana, kita gelap, kita seakan buta, tapi waktu mendesak kita membuat pilihan-pilihan yang tak masuk akal.

Saya jadi ingat film Ratatouile, “Kamu mungkin tidak melihat apa-apa, tapi sampai hari ini pun kamu bisa selamat karena kamu mendengar suara hatimu...”

Ya, mulai aja dulu.

Urusan gagal dan menang itu bukan pertanggung jawaban kamu lagi.

Itu sudah wilayah zona eksklusifnya Tuhan. Jangan diganggu seperti Natuna.

Jangan sampai menyesal di akhir perjalanan, punya uang tapi kamu tidak bisa menikmatinya dengan maksimal. Pura-pura bahagia dengan apa yang kamu lakukan di depan orang lain, tapi di atas kasurmu menangis tersedu.  

Siapa mau jadi badut berikutnya?

Kamu sudah tahu arahnya kemana. Duduk dan diam saja. Jangan mulai apapun.


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments